Kenapa Vista ?

Ass.wr.wb

Sudah lebih dari tiga bulan saya pakai laptop Lenovo ThinkPad T61 14″ widescreen ini. Saya nggak perlu lagi lah cerita enaknya pakai laptop ini. Laptopnya keras dan kenceng. Maknyus lah pokoknya. Yang saya mau ceritakan adalah masalah operating systemnya : Windows Vista Business.

Kenapa kok pakai Windows Vista Business ? Padahal banyak artikel atau pandangan yang menyatakan bahwa Vista sux! Balik aja ke XP. Sampai Microsoft sendiri pun menyediakan upgrade coupon bagi orang-orang yang sudah beli Vista untuk dipersilahkan kembali ke XP, dan dia dihitung tetap menggunakan Vista! Asik kan ?

Terserah deh orang mau bilang apa. Yang jelas, saya mikirnya gini : Komputer saya ini kenceng. Prosesor Intel Centrino Core 2 Duo vPro. RAM 2GB. LCD Widescreen 14″ resolusi 1440×900 px. VGA Discrete NVidia Quadro NVS140. Fingerprint Module. Yang kecil disini cuma harddisknya aja yang masih 80GB, yang akan segera diganti dalam 1-2 bulan ini. Rugi dong kalau barang sekenceng ini tidak dipakai untuk sesuatu yang mengkonsumsi resource seperti Windows Vista Business ?🙂 Apalagi kalau saya punya license nya Vista Business asli bawaan laptop. Rugi dua kali saya!

Saya rasakan sendiri keuntungan menggunakan Windows Vista, diantaranya adalah :

  1. Saya nggak perlu menghapalkan shortcut untuk menjalankan sebuah aplikasi. Asal aplikasinya sudah diindex oleh Vista, maka saya cukup tekan tombol “Windows” dan ketik nama aplikasinya. Saya ketik “Writer” maka aplikasi Windows Live Writer akan muncul di Start Menu, dan langsung saja tekan Enter. Jalan deh. Search Indexing nya cukup bagus.
  2. Render display di Vista bagus, kayak di Mac OS X. Kalau kita browsing dan membaca dokumen, terasa lebih enak dilihat. Aero itu enak. Mau dikata menjiplak Mac OS X ya terserah aja, yang penting enak.
  3. Gadget Vista bagus yang saya pakai adalah Prayer Times. Ada waktu sholat kota Bandung juga. (Tapi anehnya saya coba saat ini kok nggak bisa dipakai ya ? ada pesan “cannot connect to Internet”)
  4. Windows Explorer nya saya katakan lebih enak dipakai daripada yang lama. Membrowsing folder dan file di Vista juga lebih mudah dan cepat.
  5. Ada games Mahjong Titans ama Purble Place! Belum lagi Solitaire, Minesweeper dan FreeCell yang sudah diupgrade, gambarnya jadi bagus banget🙂

Ya tentu saja segala kenikmatan itu harus didukung oleh hardware laptop yang memadai, dengan Vista Experience Index mencapai 4,1. Kalau nggak punya hardware seperti ini, mungkin saya bicaranya agak lain. Tampilan Vista tanpa Aero itu nggak ada gunanya, mending pakai XP aja sekalian dari pertama.

Kalau ada yang nggak setuju sih silakan saja. Kalau memang laptop lebih optimal diinstall Windows XP, ya mau bilang apa. Ada juga orang yang nggak suka mengganti cara menggunakan komputer yang telah mereka kenal selama bertahun-tahun. Adik saya aja males mengganti OS nya dengan Vista, walaupun komputernya memadai. 

Ada juga yang punya aliran bahwa sesuatu itu harus efisien penggunaan resource nya. Katanya, Vista bloated dibandingkan XP. Saya katakan, bukannya dulu XP itu bloated dibandingkan Windows 98, Windows 95, Windows 3.1 atau MS DOS 6.2 ?🙂 Setahu saya juga OS desktop yang bagus tampilannya, hampir pasti bloated. Coba tanya pengguna Mac OS X Leopard kalau mereka berani pakai laptop dengan RAM kurang dari 2GB. Dengan munculnya NetBook seperti Asus eeePC, maka para pembela aliran efisiensi ini akhirnya punya tempat bernaung🙂 Secara pribadi sih saya suka dengan eeePC, cuma keyboard nya kekecilan😛 Dan saya tidak perlu bandingkan kualitas keyboard nya dia dengan keyboardnya ThinkPad🙂

Kalau mau dibilang membela Vista, saya juga punya list kekurangannya, seperti :

  1. Teman-teman saya dari Departemen Geodesi ITB belum mau pakai Vista, karena aplikasi Desktop GIS mereka belum jalan di Vista dengan baik.
  2. Saya kok nggak bisa baca file .mht dari Windows Explorer ya ? Kebukanya malah di IE dengan waktu loading yang lamaaaaaa banget. Perasaan dulu pas pakai XP terbukanya cepat, seperti file-file .chm kepunyaan saya.
  3. Volume Licensing untuk Vista Business bagi program Campus Agreement di ITB masih agak bermasalah. O iya, anda sudah tahu belum kalau anda mendapatkan Vista dari OEM, maka kalau anda format ulang harddisk anda, maka license nya HILANG ? License nya nempel di harddisk, bukan di laptop nya. Saya belum tahu kabar terakhir urusan licensing Vista ini, baik yang OEM maupun yang Volume License.

Bagi para Vista-naysayer, silakan baca ini dulu http://www.tweakguides.com/VA_1.html , siapa tahu berguna menambah wawasan.

Gitu aja deh tulisan saya sementara ini, mudah-mudahan berguna.

wass.wr.wb.

13 pemikiran pada “Kenapa Vista ?

  1. dedhi

    Vista bagus buat server lho!
    makenya gampang, tinggal install VMware server.
    Bisa maen server sambil ceting dan nonton filem.

    Coba pakai VMware ESX, ngak bisa etu😀

  2. early adopters

    Saya nggak perlu menghapalkan shortcut untuk menjalankan sebuah aplikasi. Asal aplikasinya sudah diindex oleh Vista, maka saya cukup tekan tombol “Windows” dan ketik nama aplikasinya.

    Program KDE, katapult-0.1.tar.gz 24-Feb-2005
    Program MAC, Quicksilver v1b14 dirilis 23/02/2004

    Saya rasakan sendiri keuntungan menggunakan Windows Vista
    “meniru dan menyempurnakan”

    Look outside the Window (TM)

  3. Saya sudah baca sekilas: http://www.tweakguides.com/VA_1.html, menarik juga tips-tips untuk membuat Vista nyaman dipakai. Sayangnya kenyamanan itu tidak muncul ‘out of the box’. Nampaknya perlu waktu beberapa jam untuk set up Vista supaya jalan beres. Dengan segala deadline yang ada belum sempat deh main-main seperti itu. Mustinya ada jasa ‘Vista tweaker’ yang menerima outsourcing konfigurasi Vista sampai nyaman dipakai.

  4. Lim

    Bloated abis pak. Sama seperti RealPlayer…

    Memang betul XP lebih gemuk daripada predecessornya, tapi sebanding dengan kinerja yang dihasilkan. Vista memang lebih cantik dari pendahulunya tapi kinerjanya kok lebih lemot. Bukannya mengoptimalkan kekurangan XP malah mengganggap semua pengguna Vista sudah mempunyai mesin bekerja sesuai dengannya.

    Bayangkan bila anda mennggunakan paket perkantoran dan paket browser internet yang mengharuskan anda upgrade. Menikmati OS yang mangharuskan anda menggunakan videocard generasi DirectX9?

  5. #2. Saya sih akhirnya pakai Acronis MigrateEasy buat cloning harddisk. Harddisk bawaannya 80GB, aku ganti ke 250GB dimigrate pake MigrateEasy tadi, jadinya licensenya bisa dipindah.

    #3. Iya pak bisa2 aja emang pake VMware server, tapi kalo laptopnya mati, servernya mati dong… Kalau VMware ESX kan bisa tetep nyala, lha wong dia ditinggal di datacenter…

    #4. Beli di Ebay, nitip ama tante di US..

    #5. Iya tuh katanya bagus

    #6. Bisa out of the box pak, tapi ya itu tadi, hardwarenya musti mendukung…:)

  6. ucupsz

    coba backup pake ini fan,
    http://directedge.us/content/abr-activation-backup-and-restore

    “This is a utility that allows you to backup and restore Windows Vista activation for systems that are pre-installed from the factory by an OEM, allowing you to reinstall the system without having to call Microsoft. It saves the activation to a file and allows you to restore it once you’ve done a clean install. ABR works with Vista SP1, and on both 32-bit and 64-bit versions of Vista.”

    aku dah coba clean install di T61-ku. (tanpa program macem2 dr lenovo)
    dg step2 :
    http://forum.notebookreview.com/showthread.php?t=144783

    dah 2x reinstall.

    moga2 bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s