Nokia E61 untuk Network Administrator

Ass.wr.wb.

E61

E61 adalah handphone dari Nokia yang sangat cocok dipakai oleh network admin. Ini pendapat saya yang baru menggunakan handphone ini selama kurang lebih satu bulan. Saya tidak akan bahas kemampuan handphone nya sendiri, anda bisa baca di review-review handphone, tetapi saya akan jelaskan bagaimana ia dapat membantu kerja network administrator.

Beberapa kemampuannya yang memudahkan kerja network admin adalah :

1. 3G network. Memudahkan koneksi Internet dari mana saja (setidaknya di kota-kota besar). Saya pakai provider XL.
2. Wifi 802.11b. Memberikan sambungan hotspot dengan cepat dan mudah (walaupun kuat sinyalnya tidak sekuat windows mobile)
3. Keyboard QWERTY membuat pengetikan berjalan lebih cepat.
4. Layar besar dibandingkan handphone lainnya membuat view layar menjadi lebih lega.

Kekuatan dari network 3G ini adalah network admin memiliki pandangan bagaimana koneksi network yang dia urusi dari jaringan Internet luar, dengan cepat dan mudah (dengan syarat sinyal 3G nya tidak hilang).

Saya juga menginstall beberapa aplikasi tambahan untuk membantu tugas-tugas saya. Aplikasi-aplikasi yang ada di hape ini yang memudahkan kerja network admin adalah :

1. Browser. Browser default E61 (Web) cukup bagus utk browsing. Layarnya luas, sehingga nggak terlalu repot kalau lihat situs-situs yang punya tampilan baik. Kalau kadang2 kurang bagus, ada juga Opera Mini gratisan.

2. Instant Messaging. Saya pakai Agile Messenger, cukup bayar 10 ribu sebulan via premium SMS. Memudahkan koordinasi via Yahoo messenger.

3. SSH Client. Saya pakai Putty S60v3. Dengan layar yang cukup besar, ia mampu dipakai utk SSH ke mesin-mesin yg dimanage. Pengalaman saya menggunakan Putty memudahkan saya membaca email di server dgn Pine, serta mendebug router BGP dan OSPF berbasis Quagga.

4. Gmail Mobile. Kalau iseng gak ada kerjaan, saya sering memantau milis-milis yang saya ikuti via Gmail. Sekali lagi keuntungan layar yang besar membuat mail reading menjadi mudah dan nyaman.

E61 ini dapat saya pakai untuk menscan access point dengan memilih Connectivity -> Conn Manager -> Available WLAN. Selain itu, saya juga memanfaatkan kemampuan E61 utk tersambung ke VoIP SIP via WLAN ini. Setelah seharian mengoprek konfigurasi SIP di E61 ini, alhamdulillah saya berhasil membuat E61 tersambung ke server SIP Asterisk di ITB. Sementara itu, anda juga dapat memanfaatkan card miniSD di dalam E61 ini untuk berfungsi layaknya USB disk dengan bantuan kabel data DKU-2 atau CA-53.

Ada juga beberapa aplikasi yang belum berhasil saya manfaatkan, misalnya ProfiMail (IMAP mail reader) dan Picoblogger utk mobile blogging. RSS Reader default milik E61 juga belum saya manfaatkan maksimal, menunggu aplikasi monitoring jaringan sudah mendukung RSS Feed.

Tentu saja ada kekurangan dari E61 ini, yaitu fasilitas VPN client hanya dapat dipakai untuk menyambungkan E61 dengan VPN Concentrator Cisco dan Checkpoint, sementara di ITB hanya menggunakan VPN Concentrator berbasis OpenVPN. Adobe PDF Reader nya juga agak berat kalau dipakai membuka manual PDF yang tersimpan di E61. Saya juga mengimpikan kalau kabel data E61 ini dapat dipakai sebagai kabel console Cisco, sehingga saya tidak perlu bawa notebook untuk konfigurasi Cisco.

Yang perlu diperhatikan juga, sebaiknya pengguna Internet 3G ini mengambil paket langganan, seperti paket MegaData XL, karena penggunaan data dengan jumlah banyak dapat membuat tagihan telepon anda menggelembung. Pengalaman saya, penggunaan akses Internet yang moderate (< 10 MB) sebelum saya mengambil paket MegaData membuat tagihan GPRS saya meningkat menjadi 110 ribu rupiah lebih. Setelah berlangganan paket MegaData XL, maka tagihan saya terpatok 135 ribu utk akses Internet dengan kuota 250MB yang sangat memadai untuk penggunaan Internet darurat dan moderat. (maaf jadi promosi).

Begitulah pengalaman saya yang dapat saya bagi setelah kurang lebih satu bulan menggunakan E61. Kemampuan perangkat ini alhamdulillah memudahkan kerja saya sebagai network administrator.

Yang jelas, keunggulan utama E61 dibandingkan laptop adalah ia langsung on dan dapat segera digunakan dalam keadaan darurat. Laptop harus dinyalakan terlebih dahulu, dan memakan waktu kurang lebih 3 menit sebelum ia betul-betul dapat bekerja. Selain itu, ukuran E61 yang cukup kecil (dibandingkan laptop) membuat ia dapat dibawa kemana-mana.

Mudah-mudahan berguna,
wass.wr.wb.

Iklan

Permasalahan Time di FreeBSD GuestOS pada VMware

Ass.wr.wb.

Ada satu permasalahan yang sebelumnya saya hadapi dengan instalasi FreeBSD sebagai GuestOS di VMware Server . Seperti sebelumnya saya pernah tulis di blog sebelumnya , saya suka sekali menggunakan VMware sebagai server ngoprek untuk berbagai aplikasi yang akan saya evaluasi. Mulai dari Windows Sharepoint Server, OpenFire, Request Tracker (RT), sampai dengan CPanel Web Hosting. Selain dari Windows Sharepoint Server yang menggunakan OS Windows Server 2003, saya menggunakan FreeBSD untuk server-server virtual yang saya pasang ini.

Masalah muncul ketika saya cek ke masing-masing server virtual FreeBSD ini. Saya cek kok time dari server ini suka lag (miring) dari time yang semestinya. Ini nggak bener namanya. Iya kalau aplikasi yang running di sini nggak perlu time-sensitive, kalau dia perlu ? Kan susah namanya. Nah, hasil petualangan pencarian solusi ini saya tulis di blog ini.

Pertama saya coba bongkar2 google, dan saya nemu link dari VMware sendiri tentang permasalahan waktu. Inti permasalahannya adalah VMware melakukan beberapa hal dalam emulasi OS ini sehingga ada permasalah time delay ini jika kita melakukan konfigurasi OS kita secara default. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan menginstall VMware Addition Tools, tapi nampaknya solusi ini hanya berhasil dengan GuestOS Windows, setidaknya itu yang saya coba. Saya sudah coba install VMware Tools ini di FreeBSD, tapi tidak ada perbaikan.

Setelah bongkar2 Google lagi dengan lebih intensif, maka ada tiga solusi yang bisa dilakukan :

1. Tambahkan baris kern.hz="100" di /boot/loader.conf. Solusi ini saya dapat dari link ini.

2. Tambahkan baris hint.apic.0.disabled=1 di /boot/loader.conf. Solusi ini saya dapat dari link ini.

3. Ada juga yang merumuskan solusi dengan mengubah frekuensi APIC dari FreeBSD dengan rumus di sini :

new-frequency / 3579545 = 86400 / (86400 - 4.692368)

Yang jelas, setelah saya lakukan solusi #1 dan #2, waktu di FreeBSD virtual saya jadi normal lagi, mengikuti waktu di Host OS VMware nya yang saya sinkronkan timenya dengan NTP.

Mudah-mudahan membantu.
Wass.wr.wb.