Tiga provider spam disapu dari Internet

ass.wr.wb.

Ini ada kabar gembira buat para admin mailserver : Sudah ada tiga ISP “penyedia” spam di Amerika yang berhasil disapu, dicabut koneksinya oleh upstream provider : Atrivo, HerbalKing, dan yang terakhir McColo. Ini quotenya :

Six weeks ago, at the end of September, a loose organization of security researchers and network professionals announced that their collective efforts to fight badware had finally borne fruit. After years of complaints and shady dealings, the rogue ISP Atrivo was finally forced offline when the company’s last remaining uplink provider severed its business relationship with the beleagured baddie. Later in October, the FTC announced that it had won a major injunction against the international spam operation HerbalKing. Now, on the relative heels of these announcements, comes news of a third major takedown. As of yesterday, the rogue ISP McColo has been taken offline, hopefully for good.

Sisanya baca di http://arstechnica.com/news.ars/post/20081112-spam-sees-big-nosedive-as-rogue-isp-mccolo-knocked-offline.html .

Saya lihat grafik statistiknya jadi merinding : average : 24.3 spam/detik, maximum : 54,1 spam/detik, spam last week : 14.036.132 (14 juta spam per minggu!!!)  Hiii ngeri bin jijay lihat “semprotan” spam kayak gitu. Alhamdulillah sekarang sudah disapu. Rasain! Mudah-mudahan mereka masih pada sempat bertobat sebelum mati. BTW kapan ya provider spam di Indonesia juga dibeginikan ?

wass.wr.wb.

Kenapa Vista ?

Ass.wr.wb

Sudah lebih dari tiga bulan saya pakai laptop Lenovo ThinkPad T61 14″ widescreen ini. Saya nggak perlu lagi lah cerita enaknya pakai laptop ini. Laptopnya keras dan kenceng. Maknyus lah pokoknya. Yang saya mau ceritakan adalah masalah operating systemnya : Windows Vista Business.

Kenapa kok pakai Windows Vista Business ? Padahal banyak artikel atau pandangan yang menyatakan bahwa Vista sux! Balik aja ke XP. Sampai Microsoft sendiri pun menyediakan upgrade coupon bagi orang-orang yang sudah beli Vista untuk dipersilahkan kembali ke XP, dan dia dihitung tetap menggunakan Vista! Asik kan ?

Terserah deh orang mau bilang apa. Yang jelas, saya mikirnya gini : Komputer saya ini kenceng. Prosesor Intel Centrino Core 2 Duo vPro. RAM 2GB. LCD Widescreen 14″ resolusi 1440×900 px. VGA Discrete NVidia Quadro NVS140. Fingerprint Module. Yang kecil disini cuma harddisknya aja yang masih 80GB, yang akan segera diganti dalam 1-2 bulan ini. Rugi dong kalau barang sekenceng ini tidak dipakai untuk sesuatu yang mengkonsumsi resource seperti Windows Vista Business ? ๐Ÿ™‚ Apalagi kalau saya punya license nya Vista Business asli bawaan laptop. Rugi dua kali saya!

Saya rasakan sendiri keuntungan menggunakan Windows Vista, diantaranya adalah :

  1. Saya nggak perlu menghapalkan shortcut untuk menjalankan sebuah aplikasi. Asal aplikasinya sudah diindex oleh Vista, maka saya cukup tekan tombol “Windows” dan ketik nama aplikasinya. Saya ketik “Writer” maka aplikasi Windows Live Writer akan muncul di Start Menu, dan langsung saja tekan Enter. Jalan deh. Search Indexing nya cukup bagus.
  2. Render display di Vista bagus, kayak di Mac OS X. Kalau kita browsing dan membaca dokumen, terasa lebih enak dilihat. Aero itu enak. Mau dikata menjiplak Mac OS X ya terserah aja, yang penting enak.
  3. Gadget Vista bagus yang saya pakai adalah Prayer Times. Ada waktu sholat kota Bandung juga. (Tapi anehnya saya coba saat ini kok nggak bisa dipakai ya ? ada pesan “cannot connect to Internet”)
  4. Windows Explorer nya saya katakan lebih enak dipakai daripada yang lama. Membrowsing folder dan file di Vista juga lebih mudah dan cepat.
  5. Ada games Mahjong Titans ama Purble Place! Belum lagi Solitaire, Minesweeper dan FreeCell yang sudah diupgrade, gambarnya jadi bagus banget ๐Ÿ™‚

Ya tentu saja segala kenikmatan itu harus didukung oleh hardware laptop yang memadai, dengan Vista Experience Index mencapai 4,1. Kalau nggak punya hardware seperti ini, mungkin saya bicaranya agak lain. Tampilan Vista tanpa Aero itu nggak ada gunanya, mending pakai XP aja sekalian dari pertama.

Kalau ada yang nggak setuju sih silakan saja. Kalau memang laptop lebih optimal diinstall Windows XP, ya mau bilang apa. Ada juga orang yang nggak suka mengganti cara menggunakan komputer yang telah mereka kenal selama bertahun-tahun. Adik saya aja males mengganti OS nya dengan Vista, walaupun komputernya memadai. 

Ada juga yang punya aliran bahwa sesuatu itu harus efisien penggunaan resource nya. Katanya, Vista bloated dibandingkan XP. Saya katakan, bukannya dulu XP itu bloated dibandingkan Windows 98, Windows 95, Windows 3.1 atau MS DOS 6.2 ? ๐Ÿ™‚ Setahu saya juga OS desktop yang bagus tampilannya, hampir pasti bloated. Coba tanya pengguna Mac OS X Leopard kalau mereka berani pakai laptop dengan RAM kurang dari 2GB. Dengan munculnya NetBook seperti Asus eeePC, maka para pembela aliran efisiensi ini akhirnya punya tempat bernaung ๐Ÿ™‚ Secara pribadi sih saya suka dengan eeePC, cuma keyboard nya kekecilan ๐Ÿ˜› Dan saya tidak perlu bandingkan kualitas keyboard nya dia dengan keyboardnya ThinkPad ๐Ÿ™‚

Kalau mau dibilang membela Vista, saya juga punya list kekurangannya, seperti :

  1. Teman-teman saya dari Departemen Geodesi ITB belum mau pakai Vista, karena aplikasi Desktop GIS mereka belum jalan di Vista dengan baik.
  2. Saya kok nggak bisa baca file .mht dari Windows Explorer ya ? Kebukanya malah di IE dengan waktu loading yang lamaaaaaa banget. Perasaan dulu pas pakai XP terbukanya cepat, seperti file-file .chm kepunyaan saya.
  3. Volume Licensing untuk Vista Business bagi program Campus Agreement di ITB masih agak bermasalah. O iya, anda sudah tahu belum kalau anda mendapatkan Vista dari OEM, maka kalau anda format ulang harddisk anda, maka license nya HILANG ? License nya nempel di harddisk, bukan di laptop nya. Saya belum tahu kabar terakhir urusan licensing Vista ini, baik yang OEM maupun yang Volume License.

Bagi para Vista-naysayer, silakan baca ini dulu http://www.tweakguides.com/VA_1.html , siapa tahu berguna menambah wawasan.

Gitu aja deh tulisan saya sementara ini, mudah-mudahan berguna.

wass.wr.wb.

In unexpected places

ass.wr.wb.

Karena sudah lama nggak blogging, pemanasan dulu aja deh.

Pernah nggak kita tidak menyangka sebuah barang bisa berada di tempat yang tidak semestinya ? Ini contohnya :

HP Proliant ML350 di rak sepatu

Kaget juga gara-gara lihat HP Proliant ML350 kok bisa-bisanya ada di sebuah gudang penyimpanan barang, jadi satu dengan penitipan tas dan rak sepatu. Difoto di lodge tempat nginep pas meeting APAN kemarin di New Zealand.

Satu lagi nih :

IMG_0760

Sejak kapan ya sebuah rak wallmount yang diisi switch 3Com dengan koneksi gigabit ethernet bisa dijadikan tempat meletakkan kompor minyak tanah ? Kayaknya baru kali ini saya lihat. Ini diambil di sebuah lokasi di ITB. Atau adminnya (yaitu saya) yang salah meletakkan rak switch ini sehingga sampai ada orang clueless tanpa rasa bersalah meletakkan kompor minyak tanah ini.

Ya sementara dua aja dulu.

wass.wr.wb.