ThinkPad Ultrabay SATA HD Adapter untuk backup data

Ass.wr.wb.

Kali ini saya ingin berbagi bagaimana saya memanfaatkan kelebihan dari laptop Lenovo ThinkPad T61 ini untuk melakukan backup data di laptop saya.

Terus terang saat ini saya sudah tidak terlalu technologically savvy, dan cenderung cari gampangnya saja, yang penting tugas selesai. Sudah capek mengoprek-oprek aplikasi-aplikasi tertentu, lebih baik memilih satu solusi, dan kerjakan dengan baik. Saat ini banyak pekerjaan saya membutuhkan data-data yang ada pada laptop ini. Kalau laptop ini hilang (mudah-mudahan tidak, amin), atau harddisknya rusak, bisa habis waktu 1-2 hari tidak kerja, cuma ngurusin recovery data aja. Akhirnya backup data laptop menjadi sangat penting.

Ini saya coba bagi satu slide dari Cisco Networkers yang bagus mengenai dua sasaran backup : Recovery Time Objective (RTO : waktu seberapa kecil delta/perubahan data dari file saat ini dengan file backup yang ada) dan Recovery Point Objective (RPO : waktu seberapa cepat data yang hilang ini bisa dikembalikan ke kondisi semula). Makin cepat yang diinginkan, makin banyak resource yang diperlukan (baca: duit dan admin).

RTO-and-RPO-1

Saya tahu nilai data-data saya bagi diri saya dan orang lain. Kalau data di laptop saya hilang, bukan cuma saya yang pusing, tapi juga orang lain yang kerjaannya bergantung pada saya. Akhirnya target backup ini adalah bukan hanya recovery seluruh data di laptop, tapi kecepatan recovery nya, kalau bisa dalam hitungan menit, data sudah dapat diakses lagi.

Akhirnya saya putuskan cara paling cepat untuk backup data adalah full cloning harddisk. Jadi setiap dua kali dalam sebulan saya putuskan untuk melakukan cloning. Satu harddisk di-clone ke harddisk yang lain, dan harddisk clone itu disimpan di tempat yang aman. Kalau mau recovery nggak pake pusing-pusing pake CD/aplikasi startup tertentu, cari harddisknya, pasang di laptop, dan nyala deh, insyaAllah.

Metoda saya ini kalau direview dari slide diatas, RTO nya adalah data dua minggu (masih memadai untuk saya) dan RPO nya adalah semenit (dengan asumsi harddisk clone nya ada di dekat saya, dan RPO ini sangat baik sekali). Resource nya pun tidak mahal, terhitung murah dengan bisnis yang saya jalani :

  1. 2 buah harddisk laptop yang berukuran sama
  2. Aplikasi cloning harddisk
  3. 1 buah Adapter untuk harddisk ke laptop (bisa USB, bisa Ultrabay HD adapter yang akan saya bahas dibawah)

Saya sempat pake casing harddisk USB untuk menyambungkan harddisk ke laptop, tapi gara-gara lihat di ebay (dan akhirnya di website Lenovo), ternyata ThinkPad memiliki Ultrabay SATA HD adapter. Dengan menggunakan adapter ini, kita bisa memasukkan tambahan satu harddisk SATA ke dalam ThinkPad kita. Enak kan, punya laptop yang bisa diisi dua harddisk🙂 Ini gambarnya  di bawah.

IMG_1222

Ultrabay SATA HD adapter

Sebagai keterangan, Ultrabay adalah sebuah slot interface di ThinkPad bagi asesoris laptop yang bisa dipasang dan dicabut sesuka hati. Defaultnya Ultrabay terisi CD/DVD-ROM, CD-RW/DVD-ROM, atau DVD-Writer, tergantung apa drive yang kita inginkan sewaktu membeli laptop ini. Saya pernah lihat, ternyata bukan hanya CD-DVD, bahkan ada slot SATA HD Adapter, Batere, sampai port Serial dan Paralel (karena dua port jaman kuda ini sudah nggak disertakan lagi). Ini memudahkan pemilik ThinkPad bisa saling pinjem-pinjeman asesoris, seperti waktu kapan itu saya pinjam DVD-Writer punya temen saya, karena drive saya hanyalah DVD-ROM. Mau beli kok mahal banget, padahal nggak terlalu gila-gilaan ngebakar DVD, mending pinjem aja.

Mereka berukuran sama. Gambar dibawah ini saya sandingkan Ultrabay SATA HD adapter dengan DVD-ROM punya saya.

IMG_1221

Ultrabay SATA HD adapter dengan DVD-ROM

Cara masangnya gampang banget. Si DVD-ROM tadi tinggal di-eject dari tempatnya, lalu masukkan SATA HD adapter ini ke tempat DVD-ROM tadi. Tentu saja harddisknya harus sudah dimasukkan dahulu. Di Windows Vista, harrdisk ini akan terdeteksi sebagai harddisk tambahan melalui port SATA yang lebih kenceng daripada USB 2.0, karena SATA punya speed 1,5GB/s dibandingkan USB 2.0 yang cuma 480 MB/s.

IMG_1220

Masukkan SATA HD adapater ke slot Ultrabay nya si ThinkPad

Karena saya nggak mau ngoprek banyak-banyak, saya akhirnya beli (ya, saya beli beneran, halal legal, bukan ngecrack) aplikasi Acronis MigrateEasy yang dipakai untuk cloning harddisk ini. Kenapa pake MigrateEasy ? karena dia gampang banget kalau mau cloning harddisk dari harddisk kecil ke harddisk besar. Aplikasi ini saya pakai sebelumnya untuk meng-cloning harddisk ThinkPad original saya yang cuma 80 GB ke harddisk baru 250 GB saya. Space sisanya pun langsung dapat dimanfaatkan.

migrate-easy

Setelah selesai dikonfigurasi, maka aplikasi akan meminta reboot untuk memulai proses kloning. Ya udah deh tinggal ditunggu aja. Saya cek proses migrasi memakan waktu sekitar 1,5 jam, saya nggak tahu persis, sebab saya tinggal tidur aja🙂.

IMG_1218

Proses cloning sedang berjalan

Bangun-bangun melek mata mau sholat subuh, eh sudah selesai.

IMG_1219

Sudah selesai brur

Udah deh matiin komputer, simpan harddisk hasil cloning, dan bisa kerja lagi. Nanti seandainya ada masalah di harddisk ini, langsung pasang aja harddisk cloning ini ke slot harddisk nya laptop. Udah deh, tahunya jalan aja.

Kalau mau lebih maknyus lagi, beberapa data penting bisa di-synchronize di network drive. Tapi untuk kerjaan saya, delta data dua minggu antara harddisk asli dengan backup masih cukup memadai. Saya juga belum nemu metoda yang lebih mudah dan cepat untuk synchronize ini. Waktu dahulu pakai XP, saya masih pakai Briefcase, tapi sekarang Briefcase nya sudah ganti jadi Offline Files, jadi masih belum terlalu ngerti cara mainnya gimana.

Sementara itu dulu, mudah-mudahan berguna.

wass.wr.wb.

9 pemikiran pada “ThinkPad Ultrabay SATA HD Adapter untuk backup data

  1. Dedhi

    Saya sih kebetulan punya ZFS file server di rumah.
    Setiap jam 2 pagi, ZFS servernya doing snapshot :
    a. daily snapshot, keep the last 7 copy
    b. weekly snapshot, keep the last 4 copy

    Lalu jam 3 pagi, semua dekstop dan windows laptops rsync atay robocopy ke ZFS file server ini.
    Jadi paling gak selain ada daily backup, kalo saya mau timeslide ke data kerjaan sampai 7 hari ke belakang masih ada.

  2. stipjop

    halah… loe bilang beli itu berarti halal? Berarti nge-crack itu haram? Wah udah dicekoki si billigetty luh. Tau gak dia tu sekongkol ama pemuka2 agama untuk ngeboongin orang-orang supaya mereka percaya kalau nge-crack itu dosa, masuk neraka. Masih ada aja orang yang mau dikadalin, kayak elu😀

    *Kabur*

  3. Budi Yuliana Rahayu

    sy mengcloning partisi c deng file system NTFS ke partisi D dengan file system FAT. dan partisi di berubahah menjadi seperti partisi c dengan NTFS. data di partisi D FAT hilang. Yang ingin saya tanyakan, bs ga data yang di partisi D FAT dikembaliin seperti semula?

  4. @budi yuliana: setahu saya kalau yang tertimpa hanya partition table, data masih bisa diselamatkan. cuma kalau sudah tertimpa semua sektornya, ini lebih susah. coba aja di google dengan kata kunci ‘hard drive recovery’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s