Imigran Solaris

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Seminggu ini, temen saya Dodi berjungkir balik menginstall server Solaris 10 for i386. Katanya, dia rela melakukan itu gara-gara Solaris 10 memiliki fitur file system ZFS yang katanya jauh lebih baik daripada file sistem ReiserFS di Linux atau UFS di FreeBSD. Saya pribadi sih pingin nyoba-nyoba Solaris Containernya itu.

Tapi menginstallnya itu lho. Bukan seperti menginstall Linux jaman sekarang yang fire-and-forget. Ada yang gak mau boot lah (walaupun ternyata ada masalah di kabel IDE harddisknya), terus sekian masalah yang aneh-aneh gak jelas. Dan dulu aku sudah pernah mikir, kenapa ya Sun itu kok gak pernah bikin manual atau buku atau kursus “Migrating from Linux/BSD to Solaris” ??? Hare Gene nginstall OS masih jungkir balik ? Lebih baik menginstall Windows Server, walaupun di ujungnya ternyata banyak masalah.

Akhirnya setelah ditunjukin sebuah blog dari Ben Rockwood (BTW blog pak Ben itu bagus sekali, banyak info tentang Sun, Solaris, dan peralatan datacenter lainnya), akhirnya ada juga toh situs yang menjawab masalah saya untuk ngoprek Solaris : Immigrant at OpenSolaris.com. Gila, males banget saya dikatain imigran😉 .

Coba lihat kata-katanya :

This group is not a replacement for other help resources, such as OpenSolaris:Help. Instead it is a place for experienced users of other *nix OS’s to explore and address issues involved in the transion to OpenSolaris without having to feel the shame of asking “n00b” questions. If you know what you want to do, but not how to do it, this is the place for you.

Ya bagaimana saya nggak kesel dengan Solaris. Semua ilmu UNIX Administration dari FreeBSD seakan-akan gak ada gunanya kalau pakai Solaris. Ibarat anak kuliahan universitas disuruh belajar tambah kurang kali bagi, balik SD lagi. Dan saya kan males kalau disuruh cari info untuk mengkonfigurasi network, untuk mengecek sistem, untuk menyalakan daemon, untuk mencari file konfigurasi. Enough is enough! Itu juga yang bikin saya malas pegang Linux. Lebih sakit lagi malah. File konfigurasi Debian berbeda dengan Redhat yang berbeda pula dengan SUSE yang juga berbeda pula dengan distro Linux lainnya. Sebel!

Tapi dengan adanya blog tadi itu, akhirnya komplain saya sudah terjawab. Minimal ada titik awal untuk mengoprek Solaris kembali. Belajar dasar-dasar administrasi Solaris. Yah minimal bisa dicoba diinstall di VMware lah.

Dan lucunya kenapa ya saya kok baru nemu blog ini sekarang. Kalau saya nemunya tiga atau empat hari yang lalu, setidaknya komputer Sun Fire X4100 yang dipakai sebagai server INHERENT ini masih akan tetap saya pertahankan menggunakan Solaris, bukannya disapu menjadi FreeBSD 6.2-RC1🙂

Alhamdulillah,
wass.wr.wb.

4 pemikiran pada “Imigran Solaris

  1. kok macem2 lho kerjaannya…:) .Jika ada update mengenai nahas pesawat n skylab, mahupun berita2 rufaqa Indonesia, silahkan hantar kpd blog jika ada masa ya.[comment moderated]. makasih.

  2. Wah ternyata Mas Doddy ngoprekin Solaris juga ya. Aku juga lagi coba Solaris. Tapi cuma di PC Jangkrik😦 Ethernet-card-nya tidak terdeteksi lagi! Kata temen-temen di milis Solaris sih disuruh pakai yang merek Intel, Mas Affan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s