Nasib kelas menengah pengguna Internet mobile broadband di Indonesia

Salam,

Kira-kira nasib kelas menengah pengguna Internet mobile broadband di Indonesia ditunjukkan seperti pada gambar di bawah ini:

IMG-20120609-00150

  • Modem CDMA EVDO USB merek Huawei EC1260 unlocked
  • 3 buah kartu dari tiga provider CDMA EVDO di Indonesia: Smartfren, AHA Esia dan Telkom Flexi

Suka atau tidak suka, beginilah hal yang harus anda lakukan untuk mendapatkan layanan mobile broadband yang berkualitas. Tiga kartu, satu modem unlocked. Kira-kira langkahnya begini:

  1. Pastikan modem terdeteksi di laptop (hal ini jadi agak susah kalau OS anda bukan Windows 32-bit, misalnya Mac OS X, Linux atau Windows 7 64-bit). Modem bundling dari provider terlihat murah dan baik, dgn satu kekurangan: biasanya tidak tersedia driver Windows 7 64-bit. Akhirnya beli modem unlocked yang agak handal, dan pastikan drivernya tersedia di Windows 7 64-bit, kalau perlu bawa laptop anda di depan penjualnya dan coba langsung.
  2. Beli paket perdana untuk mendapatkan simcard nya
  3. Isi dengan pulsa yang kira-kira cukup dengan paket, misalnya 25 ribu atau 50 ribu.
  4. Konfigur paket Internet yang diinginkan sesuai dengan pulsa yang tadi diisi
  5. Coba dipakai dan lihat kualitas kecepatan yang didapat
  6. Percobaan pun harus dilakukan dalam beberapa waktu: pagi, siang, dan malam.
  7. Jangan lupa simpan nomor MSISDN (nomor telpon) simcard ini ke handphone anda. Karena ia hanya dipakai untuk modem, bukannya nomor telpon yang sering dipakai, dan biasanya anda acak saja memilih nomornya (buat apa punya nomor cantik di modem?) anda pasti akan lupa nomornya, padahal nomor itu anda perlukan untuk mengisi ulang pulsa.

Jadi nggak usah terpengaruh iklan di TV, tapi yang penting adalah apakah kualitas yang didapat itu memuaskan atau tidak. Justru biasanya provider yang masih beriklan di TV adalah provider yang kecepatannya lambat.

Susahnya, kadang-kadang satu kartu bagus dipakai di rumah kita, tapi nggak bagus kalau dipakai di rumah teman atau kerabat. Akhirnya ketiga simcard tadi dipegang semua, diisi pulsa dan dikonfigur paket bila perlu.

Saya di sini hanya spesifik berbicara mobile broadband CDMA EVDO, bukan 3G/HSPA. Saya cuma punya 2 kartu 3G/HSPA, satu untuk smartphone Android ICS, satu untuk BlackBerry. Saat ini paket Internet CDMA EVDO harganya lebih murah dan kualitasnya lebih baik untuk dipakai modem Internet dibandingkan 3G/HSPA. Misalnya ada yang bagus, biasanya harganya lebih mahal, dan hanya saya pakai tethering via Android ICS jika terpaksa, atau saya berkunjung ke tempat yang tidak ada sinyal CDMA EVDO.

Jadi beginilah perjuangan pengguna mobile broadband di Indonesia untuk mendapatkan akses Internet berkualitas.

Bagaimana dengan anda?

Wassalam,

4 pemikiran pada “Nasib kelas menengah pengguna Internet mobile broadband di Indonesia

    1. Kalau di sini paling umum baru Rev. A, walaupun si Smartfren bilang pake Rev. B, tapi aku gak pake karena khawatir BTS Rev B nya masih sedikit, dan paket speed Rev B yg 14 Mbps itu masih mahal. Pake Rev. A di 3 Mbps masih cukup, serta harganya murah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s