Presentasi Indonesia IPv6 Update di APAN Meeting Hanoi

Salam,

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pertemuan APAN (Asia Pacific Advanced Network) Meeting ke-30 di Hanoi, Vietnam. Dalam meeting ini juga diselenggarakan meeting TEIN3 dimana ITB menjadi node dari Indonesia yang tersambung ke jaringan ini.

IMG_2507

IMG_2454

APAN Meeting

Meeting ini diadakan dua kali dalam satu tahun. Dalam meeting ini di IPv6 WG (Working Group) saya menyampaikan presentasi mengenai perkembangan IPv6 di Indonesia, khususnya di lingkungan ITB dan jaringan antar perguruan tinggi Indonesia INHERENT

IMG_2490

Slide presentasinya saya upload ke Slideshare dan bisa dilihat disini.

Bahan presentasi ini sebagian besar saya ambil dari presentasi saya sewaktu Indonesia IPv6 Summit 2010 di Bali beberapa waktu yang lalu, kemudian saya menambahkan beberapa usulan penelitian tentang IPv6 yang akan dilaksanakan, mulai dari rencana implementasi jaringan IPv6 di INHERENT, sampai dengan ujicoba perangkat IPv6 Server Load Balancer (SLB) yang saat ini telah ada di ITB. Saya akan bahas lebih detail di posting berikutnya.

INHERENT 2010 map

Saya juga mengikuti presentasi menarik tentang implementasi IPv6-only network di Tsinghua University oleh Dr. Wang Jilong. Beliau mengemukakan pengalamannya mengatasi permasalahan IPv6 RA spoofing, yang menyebabkan client mendapatkan RA yang bukan berasal dari DHCP server IPv6 yang semestinya, yang menyebabkan client tidak dapat terhubung dengan network. Masalah yang sama di network IPv4 yaitu DHCP gelap ternyata terjadi juga di IPv6🙂

Beliau juga mengemukakan tentang cara yang dipergunakan untuk mengetahui jumlah client yang ada dalam satu subnet tanpa melakukan IPv6 network scan, yang sulit sekali dilakukan. Karena penggunaan network P2P di Tsinghua diperbolehkan namun dibatasi, maka beliau melakukan lookup dari data flow network P2P yang dipantau dari core router. Saat ini client P2P bernama uTorrent sudah mendukung IPv6, sehingga cara ini dapat dipakai untuk mengetahui client yang aktif.

Dalam meeting ini saya juga ikut berdiskusi dengan beberapa peneliti jaringan IPv6 dari China dan Amerika Serikat. Salah satu peserta yang hadir adalah Yves Poppe dari Tata Communication (dulunya Teleglobe Canada) yang cukup aktif di forum IPv6 dunia yang turut menyampaikan presentasinya. Saya sempat berdiskusi dengan beliau mengenai teknologi apa yang akan mendorong implementasi IPv6 di dunia, dan beliau menjawab bahwa saat ini diperlukan perangkat Server Load Balancer (SLB) yang harus diadopsi oleh seluruh content provider untuk membuat semakin banyak content Internet dapat diakses oleh jaringan IPv6 tanpa perlu banyak berurusan dengan perubahan program menjadi dual-stack seperti dahulu. Saat ini sangat sedikit perusahaan yang sudah menyiapkan solusi ini bagi industri karena diperlukan perubahan cukup luas pada ASIC (Application Specific IC) yang menjadi komponen utama dari SLB berkelas industri itu.

IMG_2498

Diskusi juga berlanjut dengan bagaimana seharusnya peranan Research Education Network (REN)sebagai lembaga yang menjadi motor pendorong perkembangan teknologi IPv6. Saya memberikan usulan bahwa REN di suatu negara haruslah membuat prototipe pelaksanaan teknologi IPv6 yang menjadi bukti kepada lembaga pemerintah, yang akan membantu pemerintah untuk membuat kebijakan yang sesuai. Ini juga diamini oleh Yves Poppe bahwa REN merupakan mini-enterprise  yang mampu membuat showcase atau percontohan yang dapat dipakai oleh lembaga pemerintahan dan industri.

Hanoi

Kota Hanoi sendiri merupakan kota yang cukup unik, yang boleh dikatakan mirip seperti Indonesia, dengan jumlah sepeda motor yang gila-gilaan.

IMG_2472

IMG_2457

Hal yang saya perhatikan dari pengendara sepeda motor di Hanoi yang berbeda dari Indonesia adalah pengendara motor mengendarai motornya dengan kecepatan cukup rendah, sekitar 30-40 km/jam. Bandingkan dengan pengendara di Indonesia yang bergerak diantara 50-60 km/jam. Dengan itu, mereka tidak menggunakan helm full face seperti halnya di Indonesia yang menjadikan jalanan sebagai sirkuit balap.

Motor juga tidak ada yang dimodifikasi aneh-aneh, misalnya diganti knalpotnya sehingga suaranya berisik. Suara berisik yang muncul hanyalah suara klakson motor, yang nampaknya nggak afdol bagi pengendara motor disana kalau tidak mengklakson.

Pada meeting APAN kali ini kebetulan bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan sehingga saya terpaksa memulai puasa Ramadhan hari pertama saya di Hanoi. Lumayan juga sih, subuh dimulai pukul 04.10 dan maghrib pukul 18.29. Males juga lihat status twitter teman-teman di Indonesia sudah berbuka, namun saya masih harus menunggu sekitar 30 menit🙂

Demikianlah pengalaman yang bisa saya bagi dalam perjalanan saya, mudah-mudahan berguna. Foto-foto perjalanan saya sudah saya upload di account Flickr saya.

Wassalam,

Satu pemikiran pada “Presentasi Indonesia IPv6 Update di APAN Meeting Hanoi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s