Archive for the 'Minda Abuya' Category

21
Mar

Maulidurrasul : sudahkah anda mengenal Nabi anda sendiri ?

Ass.wr.wb.

Karena kemarin itu hari ulang tahunnya Rasulullah SAW alias maulid Nabi, saya posting ini aja deh. If picture is worth thousand words, apalagi video yang bisa sampai 24 picture per second :)

Mari kita bercerita tentang Nabi kita, agar engkau kenal dengan Nabimu sendiri.

Selamat menyaksikan!

Wass.wr.wb.

04
Jan

Tahun Baru, Themes Baru, dan Hikmah Tahun Baru oleh Abuya

Ass.wr.wb.

Sudah dua bulan lebih saya nggak menulis blog ini. Banyak hal yang terjadi dalam dua bulan ini yang bikin saya nggak nulis blog. Sekalian aja saya sudah agak bosan dengan themes yang lama, dan saya cari-cari themes baru yang agak menarik, dan kayaknya themes saat ini menurut saya cukup bagus. BTW cuma agak aneh nih themesnya, font headingnya nggak bisa pakai huruf besar :(

Sebenarnya, satu hal yang membuat saya memutuskan menulis blog ini setelah ada kawan saya di Malaysia yang kirim comment ini ke blog saya sebelumnya. Sudah lama saya nggak baca puisi-puisi Abuya, dan puisi yang satu ini sangat aktual dengan hobinya orang-orang kita yang suka menulis sesuatu tentang tahun baru, entah itu mau bikin resolusi, atau apalah.

Mari kita sama-sama baca dan hayati, mudah-mudahan saya dan kita semua akan mendapat banyak kemanfaatan dari mengamalkan apa yang Abuya tuliskan disini. Saya coba beri tanda kurung kepada kosakata Malaysia yg mungkin belum dipahami pembaca dari Indonesia.


Hikmah Tahun Baru

Tahun baru Masihi atau tahun baru Hijriah walaupun berlainan tempat rujuknya
yang satu dirujuk kepada Nabi Isa yang satu dirujuk kepada hijrah Rasulullah
Namun satu tahun adalah mengandungi 12 bulan
Mengapa satu tahun ada 12 bulan?
Mesti ada hikmah yang tersirat mengapa 1 tahun ada 12 bulan?!

12 bulan masa (waktu) yang singkat,
kalau dibandingkan dengan masa yang jauh di hadapan buat umur yang panjang
Tapi ia masa yang panjang buat ukuran satu dekad ke hadapan (dekade ke depan)
Di dalam satu tahun ada 12 bulan
setiap insan kenalah muhasabah segala perbuatan,
untuk mengukur kejayaan (keberhasilan) satu tahun

Kalau satu dekad bagaimana pula kejayaan yang dihasilkankan akan dapat diagakkan (dapatlah diperkirakan)
Lebih-lebih lagi umat Islam di dalam satu tahun kenalah (haruslah) pandang ke belakang
dan pandang jugalah ke hadapan
Bukan memikirkan hendak menyambut tahun baru secara pesta dan perayaan
Agar kita sentiasa membuat perubahan kepada kebaikan
dan seterusnya menjadi umat yang menguasai dunia global yang gemilang,
Ukuran kejayaan satu tahun kenalah diukur di semua bidang
Dengan itu kita akan dapat mengukur kejayaan
atau kegagalan itu di semua bidang
atau di sesetengah (sebagian) bidang atau di semua persoalan
Aspek yang gagal kenalah buat kajian kerana apa ia gagal,
Yang berjaya diteruskan untuk disuburkan

Umat Islam apabila berhadapan dengan tahun baru
di semua aspek kenalah post mortem bukan sibuk membuat perayaan
Kalau mahulah (mau) umat Islam ini menjadi maju,
bertamaddun dan menempa sejarah gemilang seperti zaman silam
Mari kita buat muhasabah itu atau post mortem!

Muhasabah atau post mortem ada beberapa aspek untuk kita faham,
yang bersifat peribadi, keluarga, masyarakat
Tugas yang diberi tanggungjawab, bagaimana peranannya,
juga tanggungjawab dalam jemaah

Bersifat peribadi adakah kita menghayati rukun iman, mengerjakan rukun Islam, berakhlak mulia seperti tawadhuk, pemurah, berkasih sayang, sabar, redha, pemaaf

Jika ada keluarga tanggungjawab kita kepada keluarga disempurnakan atau tidak, berkasih sayang, bekerjasama, bertolak ansurkah?!
Jika berjiran (bertetangga) hormati jiran atau tidak, selalu memberi bantuan atau sebaliknya, berlapang dada dengan jiran atau tidak, jiran susah dibantu atau tidak,

Seterusnya masyarakat sekampung bagaimana pula?!
Masyarakat sekampung adakah kita prihatin kehidupan mereka bekerjasama, berkasih-sayang, ziarah-menziarahi di waktu lapang

Jika ada tugas atau jawatan didalam kerajaan (pemerintah) atau swasta sudahkah kita menyempurnakan tugas itu dengan baik?!
khidmat (pelayanan, services yang kita beri) kita serius atau sambil lewa (seenaknya), bersungguh-sungguh atau bermalas-malas sahaja (saja)
Jika kita masuk mana-mana jemaah (jemaah manapun) sudahkah kita menyumbang untuk jemaah,
berkasih sayang sesama ahli, bekerjasama menguatkan jemaah

Begitulah sepatutnya kita koreksi diri kita di dalam masa setahun di dalam semua bidang, untuk ukuran
Jika cemerlang diteruskan, jika malang jangan diulang
yang cacat ditampal (ditambal), yang baik diteruskan, yang belum wujud difikirkan dan untuk tindakan
Jika semua warganegara berfikiran begini, setiap tahun muhasabah diri
yang rosak (rusak) dibetulkan, yang berlubang ditampal, yang kurang ditambah, yang baik diteruskan bahkan lebih dibaiki lagi
Begitulah setiap tahun terus menerus hingga dekad ke dekad dan seterusnya.

Natijahnya (hasilnya), bangsa dan negara maju, berkasih sayang, bekerjasama, Tuhan disembah, berakhlak mulia
Berlakulah tamadun jasmani, maknawi dan rohani pada bangsa kita
Bangsa kita bukan sahaja kuat di dalam negara tapi akan jadi empayar (empire, penguasa) dunia
Begitulah bangsa yang benar-benar bertanggung jawab apabila setahun hilang
Bukan setahun yang datang sibuk memikirkan bagaimana hendak berpesta atau membuat keramaian
Marilah kita tukar (ganti) cara berfikir, mengubah sikap, dan memikirkan yang akan datang
Bukan asyik berslogan, berpesta, berperayaan, berfoya-foya dan berangan (berangan-angan)

Mudah-mudahan berguna,

Wass.wr.wb.

29
Oct

Tukang Sayur

Ass.wr.wb.

Enaknya kalau lebaran itu adalah bisa tinggal di rumah dan memperhatikan seperti apa ‘business process‘ yang dilakukan oleh seorang Ibu Rumah Tangga, dalam hal ini Ibu saya. Salah satu bagian dari business process tadi adalah berbelanja keperluan makan, terutama sayur mayur, lauk pauk serta bumbu-bumbu dapur.

Nah, di kota besar, terutama di kompleks perumahan, Ibu Rumah Tangga dan pembantu-pembantu sebenarnya tidak perlu repot-repot pergi ke pasar kalau misalnya malas atau terpaksa tinggal di rumah. Mereka cukup menunggu seseorang yang dinamakan TUKANG SAYUR yang siap membawakan semua keperluan rumah tangga tadi langsung ke depan customer.

Beginilah foto tukang sayur yang lewat di depan rumah saya, dan kami memanfaatkan jasa beliau untuk mendapatkan keperluan makan.

Tukang Sayur

Coba anda perhatikan foto diatas ini. Betapa banyaknya item yang disediakan oleh bapak tukang sayur ini. Mulai dari sayur-mayur seperti bayam, kangkung, kacang panjang, tomat, mentimun, pete, dan lain-lain. Lalu ada lauk pauk seperti kerupuk, ikan, ayam, udang (bahkan kita bisa minta bapak ini mengupaskan kulit udang untuk kita). Tak lupa ada bumbu dapur, yang bahkan sudah disediakan dalam bentuk paket-paket plastik. Singkatnya, One-Stop Solution!

Pas ngelihat ini terpikir oleh saya :

Wah, berapa banyak orang yang berjasa menyiapkan makan bagi kita. Tukang sayurnya pun sudah capek-capek mengayuh gerobak sepeda yang pastinya tidak ringan. Belum lagi semua item-item keperluan yang ia bawa ini, jumlahnya banyak, berapa orang yang menyediakan untuk kita, dari hulu ke hilir.

Pantas guru saya Abuya Syekh Imam Ashaari Muhammad Attamimi selalu mengingatkan kita semua untuk banyak mengingat jasa orang yang telah berjasa bagi kita. Abuya pernah ceritakan arti dari do’a makan “Allahumma bariklana”, Ya Allah, berkahilah KAMI, yang artinya berikanlah keberkatan kepada KAMI SEMUA, yaitu kita dan semua orang yang punya andil untuk membuat makanan yang lezat itu terhidang sampai di depan kita, siap kita santap.

18
Jul

Diingatkan Tuhan saat Makan Steak

Ass.wr.wb.

Saya hari ini ingin menulis sebuah peristiwa yang menunjukkan betapa tidak tahu diuntungnya saya kepada Tuhan.

Jadi pada suatu hari saya bersama dua teman pergi ke sebuah restoran steak untuk makan malam. Steak restoran ini sudah terkenal enak sedjak djaman dahoeloe kala tahun 2003. Walaupun kita cuma pesan steak sirloin nya saja, dan minum teh manis (makan steak kok minum teh :)) tapi worth it banget. Dagingnya empuk dan gurih, bakarannya pas, bumbunya sedap. Kalau kata Bondan Winarno, maknyus!

Akhirnya kita makan di restoran itu. Alhamdulillah pada waktu itu kondisi finansial saya dan kawan2 cukup baik, jadi kami bayar sendiri2. Seperti biasa, saya dan seorng teman saya pilih sirloin steak, sementara seorang lagi pesan T-bone steak. Ngobrol-ngobrol sebentar, akhirnya pesanan kami datang juga.

Sirloin Etcetera

Setelah baca doa sebelum makan, akhirnya dimulailah acara santapan malam yg lezat ini. Seperti dikatakan tadi, steak yang kami santap ini betul-betul lezat.

Kebetulan di hari itu bibir dalam saya di bagian atas ada sariawan. Pas lagi asyik-asyiknya mencocol potongan daging steak dengan saos sambal, eh kok ya daging steak dengan saos sambal itu mampir tepat kena di pusat sariawan bibir saya.

Seketika reaksi yang timbul adalah rasa kesakitan, walaupun tidak sampai mengaduh. Tapi anehnya, sedetik kemudian saya seperti mendengar sebuah bisikan yang menegur saya dengan perkataan yang kurang lebih begini:

Affan, coba kamu pikirkan dan rasakan, kamu itu sudah hidup sehat, gak ada pantang makanan,diberi rejeki berlebih untuk makan di restoran seperti ini. Kalau
Tuhan sakitkan kamu sedikiiiit saja di bibirmu yang ada sariawannya, mengapa kamu mesti komplain segala?

Eh iya ya, benar juga. Setelah itu saya coba pikir-pikir, kok begitu sekali ya kita dengan Tuhan yang Maha Pemurah dan Penyayang. Sudah diberi nikmat macam-macam, kalau kena susah sedikit, masih saja tidak sabar, marah-marah, tidak redha.

Mudah-mudahan diatas Rahmat dan Kasih sayang Tuhan yang menjadi sifatNya yang terutama, serta diatas Keampunan Tuhan yang ternyata jauuuuuh lebih besar daripada Kemurkaannya, dan dengan Keberkatan Guru Mursyid yang ajarkan ilmu tentang hati yang halus ini, Tuhan sudi ampunkan kebodohan saya. Wahai Tuhan, kasihani kami, dan ampunkan hambamu yang tidak tahu diri ini! Amin.

Wass.wr.wb.

16
Jul

Perbandingan Manusia dengan Anjing di depan Tuhan

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Sudah lama juga nggak nulis blog. Sebenarnya agak lama juga kepingin nulis, tapi baru nemu bahan yang tepat setelah buka buku Abuya berjudul “Pendidikan Rapat dengan Rohaniah Manusia”. Disitu ada puisi keren banget. Ternyata Abuya sebagai orang Tuhan sampai pergunakan perbandingan antara anjing dengan manusia agar kita semua insyaf.

Mudah-mudahan diatas rahmat dan kasih sayang Tuhan serta keberkatan Putra Bani Tamim, puisi ini mampu mengubah hati saya terutamanya dan kita semua menjadi hati yang cinta dan takutkan Tuhan. Amin.

Anjing
Foto berasal dari Flickr di sini


Aduh Malangnya Manusia

Anjing apabila diberi makan
dimanjakan, dibelai, dibuat baik
dia akan sayang tuannya
Sekalipun makanan itu hanya tulang-tulang
sisa-sisa dan bahan-bahan lebihan
Dilahirkan kepadanya kasih sayang
diusap-usap belakangnya
ia akan taat setia
Diajar dan dididik
ia akan mengikut arahan tuannya
Selepas itu ia tidak akan berpisah lagi
dengan tuannya
Waktu di rumah ia jaga tuannya
waktu berjalan ia ikut tuannya
Begitulah anjing yang hina
apabila kenal tuannya
ia tahu kasih tuannya
ia akan sayang dan taat kepada tuannya
Begitulah Tuhan sebagai tuan manusia
Tuannya beri dia hirup udara
dia boleh hidup
Di waktu lapar diberi makan
di waktu haus diberi minum
di waktu letih ditidurkan
Tuhan, Tuan bagi manusia
memberi bermacam-macam kemudahan hidup
rumah, kenderaan, pakaian
Entah apa lagi belaian Tuhan kepada manusia
yang tidak dapat diucapkan
Tapi malangnya
manusia tidak kenal Tuhan sebagai Tuannya
dia lupa Tuannya, jauh sekalilah taat
Kalau begitu kebanyakan manusia
lebih jahat dan hina
daripada anjing yang hina
Anjing apabila dibelai oleh tuannya
ia taat dan setia
Ia tidak mahu berpisah lagi dengan tuannya
Anjing lebih mengenang budi tuannya
daripada manusia
Sepatutnya anjing yang tidak ada akal
belajar dengan manusia
Ini terbalik pula, manusia kena belajar
dengan anjing yang hina
Aduh, malangnya manusia!
Tidak mengenang budi jasa Tuannya iaitu Tuhan
Anjing lebih mengenang budi jasa-jasa tuannya
Patutlah manusia ramai yang masuk Neraka
anjing selamat dari Neraka

Waktu Dhuha
27 – 11 – 2002

Ampun maaf,
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.