ass.wr.wb.
Ngetes Flock Blog Editor aja.
Sebelah mana ya ngeset Category nya ?
Oh ternyata pas Publish.
wass.wr.wb.
Tags: FlockBlog
ass.wr.wb.
Ngetes Flock Blog Editor aja.
Sebelah mana ya ngeset Category nya ?
Oh ternyata pas Publish.
wass.wr.wb.
Tags: FlockBlog
Ass.wr.wb.
Kemarin iseng-iseng baca situs Network World, dan ada berita yang keren banget : anak umur 11 tahun (kelas 6 SD) jadi admin di SD nya dia. Namanya Jon Penn. Alasannya karena dia suka komputer dan ingin menolong ibunya yang bekerja di perpustakaan sekolah yang sama. Ini terjadi bukan di Indonesia sih, tapi di Amerika sono. URL nya ada di sini : 11-years old takes school network by the horns. Foto-fotonya ada di Slideshow Network World. Bisa dengerin podcast nya pulak. BTW muka anaknya mirip Macaulay Culkin di Home Alone
Kalau komentar saya sih, sebenarnya sangat baik kalau anak-anak sudah dibiasakan membantu orang mengerjakan pekerjaan yang berguna dan membangun. Salah satu contohnya adalah menjadi admin pengurus jaringan. Dia bisa tahu susahnya merancang jaringan, mendeploynya, serta mengurusi segala tetek bengek permasalahan yang timbul di jaringan itu, dengan niat melayani orang. Kalau orang Islam, niatnya sebaiknya mencari keridhaan Allah.
Lain sekali dengan tren yang saya lihat sekarang di Indonesia. Coba anda pergi ke Gramedia, dan lihat buku apa yang saat ini paling banyak ditulis saat ini. Saya lihatnya ada dua macam topik :
Intinya sih sekedar jadi terkenal aja. Kalau komentar saya tentang hal ini adalah “Terkenal itu bukan tujuan, tapi terkenal itu adalah efek samping!“. Kalau memang kita ini damn good dalam sebuah hal (misalnya jadi admin yang baik), kita itu sudah terkenal dengan sendirinya kok, nggak perlu dicari-cari cara agar terkenal. Percaya deh
Saya kepinginnya anak-anak Indonesia juga bisa kayak gini, menjadi orang yang mengerjakan pekerjaan yang berguna dan membangun. Tentunya ia dilandasi dengan niat yang baik, terutama niat mencari keridhaan Allah dengan melayani orang menggunakan ilmu yang kita miliki. Bukannya niat jadi terkenal, cari muka, udang di balik batu, dan sebagainya. InsyaAllah keberkatan Tuhan akan dicurahkan kepada kita semua. Amin.
Wass.wr.wb.
ass.wr.wb.
Pagi-pagi jalan di dekat Campus Center ITB, eh ada Toyota Prius. Inilah mobil ngganteng yang “environmental friendly“, hemat energi, ramah lingkungan, atau apalah semua sanjung puji yang diberikan kepadanya, dengan sebab karena mesinnya yang hybrid, gabungan antara mesin batere dan bensin. Saya juga gak tahu detailnya sih, silakan baca aja website Toyota Prius.
Mobil ini ada di ITB utk sebuah alasannya, yaitu Toyota National Design Competition & Seminar. Acara cuma hari ini aja, 8 April 2008, tempatnya di Campus Center ITB dari jam 0900 s/d 1700. Ini fotonya. Nggak tahu saya nanti mampir kesitu apa nggak, cuma seneng lihat Toyota Priusnya aja sih
UPDATE : Tambahan foto2 interior nya, tadi iseng lewat situ, ternyata sudah dibuka-buka.
Setir di depan (masa di belakang sih ?)
Slot smartcard (?) utk kunci di sebelah kiri, tombol Power di sebelah kanan (kayak komputer aja)
Console informasi. Sayang mobilnya mati. Di kanan bawah itu gigi otomatis.
Interior penumpang bagian depan.
Bagasi belakang.
wass.wr.wb.
ass.wr.wb.
Terlalu banyak mainan, terlalu sedikit waktu yang tersedia :
VMware ESX 3.5 ditambah VirtualCenter 2.5.0. Membuat datacenter virtual dengan 2 buah HP Proliant DL385 G2 @ Dual Core Opteron 2218 2,5 GHz, RAM 4GB. Storage external dgn iSCSI atau NFS (belum sempat pakai Fibre Channel). Timeframe : minggu2 ini.
Dari kiri atas, clockwise : NetApp FAS270 dgn 14 disk FC, NetApp disambungkan ke switch FC Brocade Silkword 200E, HBA QLogic, setup instalasi switch FC dan storage NetApp nya.
Oprek Storage Fibre Channel di FreeBSD. Oprek fitur iSCSI dan tidak lupa fitur2 snapshot dan backup di NetAppnya. Timeframe : sebelum Jumat depan harus dikembalikan, maklum barang dapat minjam
Ngurus dua mainan yang diatas aja sudah pusing, belum lagi mainan yang lain-lainnya, beserta hutang-hutang kerjaan yang belum selesai. Pusing mengerjakannya, pusing mendokumentasikannya, apalagi menuliskannya di sini
Nanti saja, kapan-kapan saya cicil satu persatu tulis disini.
wass.wr.wb.
ass.wr.wb.
Sejak saya punya handphone E61 dan diisi kartu Xplor, saya jadi punya alternatif mengakses Internet dari luar tempat kerja. Dengan dukungan jaringan 3G, saya sudah bisa dikatakan bekerja dari mana saja tempat, jika yang dinamakan kerja itu adalah mengakses email dan browsing Internet. Harganya cukup terjangkau pada waktu itu, 99 ribu rupiah utk 250MB data.
Setelah beberapa lama, saya lihat quota yang segede itu nggak cukup untuk orang yang sudah hari-harinya ketemu akses Internet seperti saya, sampai saya beberapa kali buat guyonan kalau ada survey penggunaan Internet “Orang kayak kita jangan ditanya berapa jam sehari mengakses Internet, tanyanya berapa jam sehari anda TIDAK mengakses Internet
” . Apalagi muncul beberapa penawaran akses 3G yang lebih menarik dari provider lain. Salah satunya dari Indosat IM2 Broadband 3.5G, yang memberikan paket 160 ribu untuk 700MB data. Nambah sedikit dapat banyak, it’s a bargain!
Akhirnya setelah lihat info di website, saya putuskan untuk mendaftar layanan ini di counter promosi IM2 yang lagi pameran di Pondok Indah Mall 2. Prosesnya cepat, nggak belibet, cukup sertakan KTP dan kartu kredit anda, cuma nunggu 10 menit untuk urusan administrasinya. Saya dapat satu kartu USIM, dan 2 jam setelah saya mendaftar, dapat SMS konfirmasi bahwa saya sudah jadi pelanggan IM2 Broadband.
Besoknya saya memutuskan untuk mencari modem 3G yang akan saya pakai untuk kartu IM2 ini. Bisa saja sih pakai E61 saya, cuma repot nantinya, mau konek Internet musti bongkar pasang SIM card dulu. Mending beli modem khusus aja. Pilihan saya jatuh pada modem PCMCIA Option GlobeTrotter GT MAX yang sudah support HSDPA. Rekomendasi teman saya Rendo, katanya modem ini bagus, dan bentuk fisiknya nggak terlalu menonjol keluar seperti modem-modem PCMCIA lainnya.
Saya suka karena tampangnya ringkes dan rapih.
Antenanya retractable, bisa dikeluarin. Kalau nggak dipakai, bisa dimasukkan kembali.
Nempel di notebook nampak sopan sekali
Modemnya saya beli di Jakartanotebook.com. Kenapa beli di situ ? Sebab dari beberapa toko yang saya tanya tentang produk itu, dia menyediakan harga yang paling wokeh, cuma 760 ribu rupiah. Toko lainnya bisa kena 800-900 ribu. Bisa aja sih saya bongkar-bongkar milis Gadtorade dulu, tanya-tanya harga dan sebagainya, cuma kepala saya lagi pakai mode males mikir, maunya fire and forget, kayak peluru kendali aja
Pokoknya tahu beres dan cepat. Salah satu keuntungan beli di sana adalah saya bisa coba barangnya dulu. Setelah ubek-ubek drivernya selama seperempat jam, akhirnya modemnya kedetek, bisa connect ke IM2. Setelah itu segera bayar dan cabut balik ke Bandung.
Saya baru cobanya di lokasi tempat saya yang kena coverage BTS Indosat di Cihampelas. Sinyal maksimalnya 3 bar utk 3G dan HSDPA nya. Tapi ternyata HSDPA itu cukup kencang ya. Ini buktinya.
Itu gara-gara saya heran aja kenapa kemarin download sebuah installer kok throughputnya bisa keluar angka 200MB/sec. Belum sempat ambil screenshot pas waktu itu. Enak juga ternyata bisa dapet throughput segitu di PC kita sendiri. Saya belum test lagi sih pakai aplikasi testing speed yang lain, so far so good lah.
Sementara itu dulu reviewnya. Waktu yang akan berbicara mengenai kualitas dan performa modem dan jaringan HSDPA Indosat Broadband ini. Mudah-mudahan berguna.
wass.wr.wb.