Yang menarik di APAN26 – New Zealand
Ass.wr.wb.
Iseng-iseng ngeblog sambil ndengerin presentasi di konferensi APAN26 di Queenstown, New Zealand (update: Postingnya saya tulis ketika sudah balik tanah air). Saya coba mengurusi dan memperhatikan dua hal berikut ini :
- Project TEIN2 yang sudah berjalan sejak tahun 2005 akan berganti nama menjadi TEIN3. Rencananya project ini akan diresmikan pada bulan Desember 2008 ini di Vientiane, Laos, yang direncanakan berjalan sampai akhir tahun 2011. Mudah-mudahan jalur yang menghubungkan ITB – Indonesia dengan Singapura akan dinaikkan dari 45 Mbps menjadi 155 Mbps. Mudah-mudahan tendernya berhasil mencapai harga yang terjangkau. Nantinya jaringan TEIN3 ini akan menyambungkan research institute di negara2 berikut :
- Project IVI nya CERNET-CERNET2 yang sedang bertanding untuk menjadi standar protocol translation bagi IPv4-IPv6 Gateway. Kalau mau baca draftnya ada tuh di website nya IETF. Mbah nya IPv6 China, yaitu Prof. Xing Li dari Tsinghua University, China, menyampaikan presentasi tentang teknologi ini, setelah sebulan sebelumnya materi yang sama disampaikan pada meeting IETF72. Gara2 saya baca artikel ini di NetworkWorld, teknologi ini sedang menarik untuk dijelajahi.
Saya nggak banyak memfoto pas meetingnya, cuma memfoto pas ada video conference dgn pembicara Bill St. Arnaud dari Canada. Fotonya di bawah ini.
Tentunya masih ada beberapa hal lain yang menarin dari meeting ini, tapi berhubung kapasitas kepala saya masih terlalu kecil, jadi saya cuma mau mikirin dua hal ini aja.
Kalau mau baca2 berita tentang APAN26 ini beserta slide presentasinya, silakan buka website mereka aja. Rata-rata semua slide sudah diupload ke situs tadi. Yang enak disini mah kalau kita tertarik dengan topik computer network yang mereka teliti, kita bisa ngomong langsung tanpa pakai babibu, ajak omong, kasih kartu nama, terus nanti email-email an deh.
Sisanya dari APAN26 meeting ini adalah jalan-jalan kedinginan di kota Queenstown ini. Apa yang dilihat disini :
- Pemandangannya masyaAllah keren banget. Gak susah deh dapet foto-foto pemandangan yang bisa jadi wallpaper windows
Coba cek Flickr saya kalau nggak percaya. Salju-salju di puncak gunungnya itu kayak scenery di filem Lord of The Ring. Memang sih ada wisata ke lokasi syuting LOTR itu, cuma saya nggak sempet.
- Suhu di Queenstown pada waktu itu berkisar antara 6 derajat celcius s/d -2 derajat. Alhamdulillah dipinjemin winter suit ama temen, jadi nggak terlalu menderita.
- Kota Queenstown ini adalah kota wisata winter sport. Orang disini pada dateng, nyewa motel dan mobil untuk main ski atau snowboarding. Kalau ada waktu lowong 1-2 hari khusus, mungkin enak kali nyoba main ski, tapi kalau sendirian mah nggak enak. Akhirnya saya cuma jalan-jalan aja ke Ski Resort Coronet Peak. Lumayan lah sekatro-katro nya saya, paling tidak sudah pernah pegang salju firsthand. Dingin banget, menusuk tangan.
- Makanan disini nggak mengenyangkan. Cuma suka roti ama New Zealand Butter nya yang uenak. Makanan yang enak pas dinner : Salad ikan Salmon ama Ice Cream Hokey Pokey. Lainnya nggak asik, nampaknya kota ini nggak dirancang untuk wiskul. Untungnya gara2 nginep di Pinewood Lodge, dia ada sharing kitchen, jadi saya bisa memasak sendiri Mie Kare ama nyeruput Jahe Wangi yang saya bawa.
Ini contoh gambar-gambar yang asik, sisanya lihat Flickr aja :
Gitu aja deh petualangan si anak katro dari Bandung ke negeri Lord of The Ring. Mudah-mudahan berguna.
wass.wr.wb.







Prof Xing Li hebat euy badannya kuat
hari jumat (hari terakhir 72nd IETF meeting) masih ada di Dublin, Ireland lalu hari senin sudah ada di New Zealand untuk APAN meeting! (cuma ada jeda hari sabtu dan minggu untuk istirahat itu pun dipotong perjalanan Ireland – New Zealand)
#dikshie : Iya tuh hebat banget, pas gw dateng meeting TEIN2 hari senin aja dia sudah duduk manis disana ama the gank nya dari Tsinghua. Pas di IETF dia sendirian apa juga ama2 the gank dari Tsinghua ?
salam kenal