assalamu ‘alaikum wr.wb.
Sejak saya ikut dengan jamaan Rufaqa’ di Indonesia, dengan Guru Mursyidnya yaitu Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi, satu hal yang saya temui disini adalah istilah “Hadiah Al Fatihah”. Inilah hal yang ingin saya share di posting blog kali ini.
Yang dimaksud dengan “Hadiah Al Fatihah” adalah kita meniatkan karena Allah SWT untuk mengirimkan sebuah bacaan surat Al Fatihah kepada orang yang kita inginkan, lalu kita bacakan surat Al Fatihah itu. Then, it’s done! Anda sudah menghadiahkan Al Fatihah kepada orang yang anda maksud.
Kalau ada orang bertanya, lha mengapa pula orang pakai hadiah Al Fatihah segala ? Apa nggak ada hadiah lain ?
Mengenai Surat Al Fatihah sendiri, ia bukanlah surat pertama dalam Al Quran, tapi ia dijadikan Surat Pembukaan dalam Al Quran. Ia menjadi surat yang sangat istimewa, karena ia menjadi surat yang wajib dibaca dalam pelaksanaan shalat wajib lima waktu, totalnya tujuh belas kali sehari kita baca. Jika kita tidak membaca surat ini dalam pelaksanaan shalat kita, maka shalat kita tidak sah.
Kata Abuya, Surat Al Fatihah bukan hanya berarti Surat Pembukaan, namun juga berarti Surat Kemenangan. Barang siapa yang menghayati Surat Al Fatihah ini, maka InsyaAllah dia akan mendapatkan kemenangan di dunia dan di Akhirat.
Pada masing-masing ayat pada surat Al Fatihah ini Allah SWT berikan semacam “Standard Operational Procedure”, SOP atau prosedur, atau protokoler tentang bagaimana seorang hamba, makhluk ciptaan Tuhan dapat berhubungan dengan Tuhannya, penciptanya.
Bagaimana pada ayat pertama “Bismillahi rahmani rahim” sampai dengan ayat “Iyya kana’budu …” kita disadarkan sebenarnya kita ini sedang berhadapan dengan siapa. Kalau bertemu dengan Presiden SBY, atau Presiden George Bush saja kita ada perasaan deg-degan, kenapa ya kok kita (terutamanya saya) kok nggak ada perasaan seperti itu kalau melaksanakan shalat ??
Pada ayat selanjutnya, “Ihdinash shirathal mustaqim” dan seterusnya, setelah kita sadar betapa hebatnya Tuhan yang sedang kita hadapi itu, dengan penuh malu dan rendah diri, barulah kita meminta ditunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalannya orang yang diberi nikmat oleh Tuhan, yaitu jalannya para kekasih Tuhan, para Rasul, Nabi serta wali-wali. Jalan yang diujungnya ada keselamatan hakiki di Akhirat, bukan jalan yang lain.
Ini bahkan kita konfirmasikan lagi, bahwa jalan yang kita inginkan itu bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan disesatkan Tuhan. Begitu sekali kita berusaha memastikan bahwa kita meminta jalan yang lurus, sampai kita harus cek dan recheck lagi.
Singkatnya, saya ringkas, ada dua hal besar yang menjadi pesan dari Surat Al Fatihah ini, yaitu pesan agar kita menjadi orang yang kenal dengan Tuhan kita, serta pesan permohonan agar Tuhan mau selamatkan kita sampai di Akhirat nanti.
Kalau begitu, bukankah bagus sekali mengirimkan Hadiah Al Fatihah kepada orang yang kita cintai ? Kepada teman kita, saudara kita, orang tua kita, terutama kepada Guru kita yang mengenalkan kita kepada Tuhan. Kita mendoakan agar orang yang kita hadiahi Al Fatihah ini menjadi orang yang kenal dengan penciptanya, serta mendoakan agar ia menjadi orang yang mengikuti jalan keselamatan ke Akhirat yang kekal abadi.
Selain itu, kalau kita mengirimkan Hadiah Al Fatihah, kemungkinan riya’ (ingin dilihat beramal) akan mengecil, karena amalan ini cukup kita niatkan saja, orang sekeliling kita tidak akan tahu, orang yang kita doakan juga tidak tahu, hanyalah kita dan Tuhan saja yang mengetahui. Amalan ini kecil kemungkinannya diselipi perasaan riya’ yang halus itu.
Kalau begitu, begitu besar faedah dari menghadiahkan Al Fatihah kepada orang yang kita cintai. Mudah-mudahan Tuhan istiqamahkan kita semua menjalankan amalan kebaikan ini sampai akhir hayat kita, dan Tuhan sudi berikan keselamatan di Akhirat nanti dengan berkat Guru yang membawa kita kepada keselamatan.
Mohon maaf sebelumnya,
wassalamu ‘alaikum wr.wb.





