Archive for January, 2007

13
Jan

Imigran Solaris

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Seminggu ini, temen saya Dodi berjungkir balik menginstall server Solaris 10 for i386. Katanya, dia rela melakukan itu gara-gara Solaris 10 memiliki fitur file system ZFS yang katanya jauh lebih baik daripada file sistem ReiserFS di Linux atau UFS di FreeBSD. Saya pribadi sih pingin nyoba-nyoba Solaris Containernya itu.

Tapi menginstallnya itu lho. Bukan seperti menginstall Linux jaman sekarang yang fire-and-forget. Ada yang gak mau boot lah (walaupun ternyata ada masalah di kabel IDE harddisknya), terus sekian masalah yang aneh-aneh gak jelas. Dan dulu aku sudah pernah mikir, kenapa ya Sun itu kok gak pernah bikin manual atau buku atau kursus “Migrating from Linux/BSD to Solaris” ??? Hare Gene nginstall OS masih jungkir balik ? Lebih baik menginstall Windows Server, walaupun di ujungnya ternyata banyak masalah.

Akhirnya setelah ditunjukin sebuah blog dari Ben Rockwood (BTW blog pak Ben itu bagus sekali, banyak info tentang Sun, Solaris, dan peralatan datacenter lainnya), akhirnya ada juga toh situs yang menjawab masalah saya untuk ngoprek Solaris : Immigrant at OpenSolaris.com. Gila, males banget saya dikatain imigran ;) .

Coba lihat kata-katanya :

This group is not a replacement for other help resources, such as OpenSolaris:Help. Instead it is a place for experienced users of other *nix OS’s to explore and address issues involved in the transion to OpenSolaris without having to feel the shame of asking “n00b” questions. If you know what you want to do, but not how to do it, this is the place for you.

Ya bagaimana saya nggak kesel dengan Solaris. Semua ilmu UNIX Administration dari FreeBSD seakan-akan gak ada gunanya kalau pakai Solaris. Ibarat anak kuliahan universitas disuruh belajar tambah kurang kali bagi, balik SD lagi. Dan saya kan males kalau disuruh cari info untuk mengkonfigurasi network, untuk mengecek sistem, untuk menyalakan daemon, untuk mencari file konfigurasi. Enough is enough! Itu juga yang bikin saya malas pegang Linux. Lebih sakit lagi malah. File konfigurasi Debian berbeda dengan Redhat yang berbeda pula dengan SUSE yang juga berbeda pula dengan distro Linux lainnya. Sebel!

Tapi dengan adanya blog tadi itu, akhirnya komplain saya sudah terjawab. Minimal ada titik awal untuk mengoprek Solaris kembali. Belajar dasar-dasar administrasi Solaris. Yah minimal bisa dicoba diinstall di VMware lah.

Dan lucunya kenapa ya saya kok baru nemu blog ini sekarang. Kalau saya nemunya tiga atau empat hari yang lalu, setidaknya komputer Sun Fire X4100 yang dipakai sebagai server INHERENT ini masih akan tetap saya pertahankan menggunakan Solaris, bukannya disapu menjadi FreeBSD 6.2-RC1 :)

Alhamdulillah,
wass.wr.wb.

05
Jan

Islam Itu Mudah

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Ada posting teman saya Mas Indratmoko di milis ITB, terlalu bagus untuk tidak disebarluaskan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Islam itu mudah.
Itulah Maha Pengasih dan Penyayangnya Allah SWT.

Kalau Islam itu artinya harus hafal Al Qur’an dan harus hafal hadits, alangkah susahnya, tidak semua orang bisa, tidak semua orang mampu. Kalau Islam itu artinya harus mengerti tafsir Al Qur’an, alangkah sulitnya karena Professor dalam bidang Tafsir pun sebenarnya tak benar-benar faham tafsir Al Qur’an. Kita bicara tentang orang cerdas yang telah mendedikasikan seluruh waktunya untuk belajar Tafsir. Takkan semua orang Islam Allah tuntut untuk bisa seperti professor itu. Jadi dimana kemudahan Islam sebenarnya?

Kemudahan Islam adalah berada dalam keberkatan seorang pemimpin, seorang guru yang menyuluh kehidupan kita dengan Al Islam. Allah SWT pasti kirimkan pemimpin dan guru semacam itu pada kita semua, terlepas dari kita mau tahu atau tidak, mau menerimanya atau tidak. Pemimpin ini lah yang akan memperkenalkan kita pada Allah SWT, Tuhan kita, dia juga yang akan mengajari kita bagaimana menjaga adab pada Tuhan. Dia juga akan mendisiplinkan hidup kita agar terjaga keberkatannya: hidup ber-Tuhan, dimana Tuhan sentiasa dikenang, diingat, diharap-harap. Dia juga yang akan memberi kita solusi atas segala permasalahan hidup kita dan permasalahan masyarakat dan ummat Islam seluruhnya.

Ilmunya, kata-katanya adalah tafsir dari Al Qur’an dan hadits, diterjemahkan dalam bahasa orang biasa yang bisa ditangkap nalar orang biasa dan bisa diterima kemampuan praktek orang biasa karena sang pemimpin dan guru itu sendirilah yang pertama kali memberi contoh teladan ttg bagaimana mempraktekkannya. Dengannya tanpa terasa, hidup kita akan tersuluhkan dengan Al Qur’an dan hadits.

Kemudahan dan kejayaan orang Islam ternyata adalah dalam kehidupan berjemaah, memiliki pemimpin dan sekaligus guru yang bertaqwa. Pemimpin inilah penerjemah, penafsir dan orang yang mempraktekkan Al Qur’an sehingga Al Qur’an bisa di cerna dan dipraktekkan oleh orang-orang biasa seperti kita, tanpa kita merasa ditarik-tarik dan dipaksa-paksa.

Cobalah cara lain, niscaya hati kita akan terus menjerit, tidak tenang, tak kunjung terpenuhi hasrat untuk baiki diri. Sebenarnya fitrah kita semua adalah ingin memiliki pemimpin dan guru yang mengenal Tuhan. Melaluinya terpenuhi kebutuhan kita yang utama yang merupakan kunci kebahagiaan: Rasa Ber-Tuhan.

Wassalam.